Tampilkan postingan dengan label sajak tentang dia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak tentang dia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2012

suAra HaTi Ini


Gundah hati ini tak terbendung
Haruskah ku benar-benar menghapus semua tentang rasa ini
Jika teringat pahitnya, ingin ku benar-benar mengacuhkannya
Tak ada manis yang tersisa
Kelabu, ya, hanya itu yang ku rasa saat ini
Mungkinkah akan berubah?
Aku tak peduli itu sekarang
Berhenti untuk menjadi budak cinta, sejenak
Benarkah ini perbudakan?
Atau aku yang salah menafsirkan?
Semua begitu rumit, hingga tak tahu dimana akhir dan dimana awal
Aku bagai kehilangan arah
Tak tahu utara dan selatan, barat dan timur
Semua hampa
Semua kosong


Dian Ainur Rahma

Rabu, 01 Februari 2012

biNtang DaN LanGit


wahai engkau bintang yang pernah datang dalam langitku
tahukah engkau? sebelum kau datang
duniaku begitu pekat, sepekat langit malam tanpa hiasan 
hampa, bagai ruang sempit tanpa udara
dingin, tanpa rasa hangat , sesak,
dan tak berarti dalam setiap langkah
wahai engkau bintang yang pernah singgah dalam langitku
tahukah engkau? setelah kau datang
duniaku begitu cerah, secerah sinar mentari yang selalu hangatkan dunia
begitu ringan bagiku melangkah, hingga aku pun tak merasakan langkah itu
dunia penuh warna, tiap ku lihat kau tersenyum walau dari kejauhan 
kau bagikan binar-binarmu walau hanya sesaat
wahai engkau bintang yang mengusik langitku
tahukah engkau? kau menjadi warna berarti, walau kau tak tahu
wahai engkau bintang yang bukan milikku
tahukah engkau? ketika kau pergi, ketika kau memiliki langit yang lain, 
duniaku seakan tak mampu mencegah kehancurannya
ku coba tuk bertahan hingga kini, hingga ada bintang lain yang datang menggantikanmu
hingga aku sanggup berpaling darimu
akan ku coba, karena kau ajarkan aku bagaimana mencintaimu

Kamis, 29 Desember 2011

binTang YG BErbeDa

DImana pun engkau berada, tak sedetikpun aku melupakanmu. NAmun waktu yang terus berjalan memaksaku tuk terus mencari dirimu. Rasa itu, rasa kesepianmu, biarlah kau bagi denganku.
biarlah hanya malam yang punya kegelapan dan kesepian. DI kesendirianmu, aku ingin mengisi setiap ruang kosong dalam benakmu, kawan. MAlam, ya, engkau bagai malah tanpa bintang. NAmun, engkau telah memberiku sesosok hangat seorang teman. bahkan di tempat yang ku anggap asing. KAlau saja, bisa ku putar waktu....MUngkinkah kau akan membagi lukamu padaku, temanmu ?
kau bagai bintang namun berbeda, kau sembunyikan dirimu tanpa mau membagi sinarmu